Atasi Kemacetan di Porong, Jalan Tikus Dioptimalkan

Diposting oleh Syah Roman on Minggu, 31 Maret 2013

Surabaya - Jalan raya Porong kerap macet sejak adanya bencana lumpur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengoptimalkan jalan tikus atau jalur alternatif dengan melakukan peninggian dan pengaspalan jalan untuk mengatasinya. "Kita optimalkan jalan tikus. Kita akan aspal supaya bisa mengurai kemacetan," kata Gubernur Jawa Timur Imam Utomo kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (2/7/2007). Mantan Pangdam V Brawijaya ini menambahkan, selain memperbaiki jalan tikus, pemprov juga berencana melakukan pelebaran jalur alternatif Trosobo-Krian Sidoarjo menuju ke arah Mojokerto. Dana sudah disiapkan oleh pemprov untuk melakukan pelebaran jalan. "Dana sudah turun sebesar Rp 50 miliar sisanya Rp 45 miliar menunggu perubahan anggaran," terangnya. Hampir tiap hari kemacetan parah terjadi di jalur utama yang menghubungkan Surabaya dengan beberapa wilayah Timur Jawa Timur. Selain padatnya arus kendaraan. Kemacetan ini juga dipengaruhi kondisi jalan yang berlubang. Kerusakan terlihat mulai dibawah bekas jembatan jalan tol hingga Pasar Porong. Selain lapisan aspal yang tergerus akibat truk besar, rusaknya jalan juga akibat genangan air lumpur.
More aboutAtasi Kemacetan di Porong, Jalan Tikus Dioptimalkan

Pelaku Perompak Kabur ke Malaysia Melalui Pelabuhan Tikus

Diposting oleh Syah Roman


BATAM (HK)- Dua dari 7 pelaku perompakan tug boat Pelita II dan kapal Tongkang Olympus di Selat Nenek, Pulau Moro beberapa waktu lalu, dipastikan sudah meloloskan diri ke negeri jiran Malaysia, melalui pelabuhan tikus. Yakni masing-masing berinisial IB dan NU.
Informasi tersebut  diperoleh, setelah tiket milik kedua pelaku tersebut diamankan oleh pihak penyidik Lanal Batam, setelah dilakukan penggeledahan di rumah milik IB dan Nu.

"Keduanya kabur ke Malaysia, melalui pelabuhan tikus bisa juga seperti yang di sebuat dengan jalan tikus (tidak resmi). Hal ini diketahui, setelah kami menunjukkan foto wajah kedua pelaku itu kepada tekongnya. Dan tekongnya mengakui, bahwa keduanya ke Malaysia melalui pelabuhan tikus. Tekong sendiri tidak tahu, kalau penumpang yang dibawanya itu adalah DPO," ujar Danlanal Batam, Kolonel Laut (P), Nurhidayat, Senin (7/1) di Tanjungsengkuang.

Guna mempermudah pengejaran pelaku, lanjut Nurhidayat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Atase dan juga Polisi Diraja Malaysia (PDM) di Kuala Lumpur dan Johor Bahru.

Selanjutnya, tekong yang di duga meloloskan kedua pelaku tersebut, akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara perompakan.

"Tekong masih sebatas saksi, karena dalam keterangannya ia tidak tahu kalau keduanya saat ini DPO," kata Danlanal.

Dengan demikian, saat ini dua pelaku masing-masing AM dan MU sudah diamankan di Mako Lanal, sementara dua lagi pelaku sudah melarikan diri ke Malaysia, serta  tiga lagi masih buron dan saat ini diminta segera menyerahkan diri.

"Tiga lagi kita minta mereka menyerahkan diri," pungkas Nurhidayat.
More aboutPelaku Perompak Kabur ke Malaysia Melalui Pelabuhan Tikus

Jalur Tikus di Perbatasan Sering Digunakan Imigran Gelap dan TKI Ilegal

Diposting oleh Syah Roman


Jalur Tikus di Perbatasan Sering Digunakan Imigran Gelap dan TKI Ilegal - tidak hanya masyarakat Indonesia yang sering memanfaatkan 'jalur tikus' di perbatasan Indonesia-Malaysia. Para imigran gelap dari Irak dan Iran juga sering memanfaatkan jalur tersembunyi tersebut.

"Para TKI ilegal memang banyak yang melewati jalur tikus tersebut di perbatasan," ujar Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Poskotis, Entikong, Letkol Trisakti di Entikong, Kalimatan Barat, Rabu (15/12/2010).

Meski begitu, jalan-jalan pintas tersebut juga sering pergunakan oleh para imigran gelap asal Irak dan Iran.

"Mereka masuk ke Indonesia dari Serawak dan sudah diserahkan ke pihak Imigrasi untuk diperiksa," kata Trisakti.

Untuk para TKI, Trisakti melanjutkan, mereka biasanya ditangkap karena tidak membawa dokumen resmi untuk melakukan lintas negara.

"Satu-satunya yang mereka punya adalah surat lintas batas," terangnya.

Sementara itu berdasarkan pantuan detikcom di perbatasan Entikong, hanya masyarakat yang mempunyai surat lintas batas dan pasport yang boleh melintasi perbatasan. Perbatasan tersebut dijaga oleh petugas keimigrasian kedua negara dan satuan keamanan Indonesia-Malaysia.
More aboutJalur Tikus di Perbatasan Sering Digunakan Imigran Gelap dan TKI Ilegal